fbpx

Tren Desain Grafis yang Wajib Kamu Tahu di Tahun 2021

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Tahun 2020 bukan tahun yang terbaik buat kita semua, tapi satu hal yang bisa kita ambil hikmahnya dari tahun ini adalah kemunculan beberapa tren desain grafis yang cukup segar, seperti neumorphism yang pelan-pelan sepertinya diadopsi oleh Apple lewat berbagai icon untuk Mac OS 11 Big Sur terbaru yang rilis tahun ini.

Cukup membahas tahun ini, bagaimana dengan tren yang kira-kira bakal muncul di tahun depan? Ada lima tren desain grafis yang menurut saya bakal cukup menarik untuk disimak di tahun 2021. (Spoiler: neumorphism juga bakal populer lagi di tahun 2021.)

Untuk membuatmu tetap up-to-date dengan perkembangan dunia desain grafis, kami mencoba merangkum lima gaya dan arahan desain grafis yang diprediksi menjadi tren di tahun 2021 mendatang.

Flat 3D Illustration

Mari lihat ilustrasi karya Peter Tarka, seperti yang saya pasang di atas. Ilustrasi flat yang digambar dengan gaya 3 dimensi ini adalah salah satu favorit saya. Cukup populer di tahun ini, dan menurut kami di Vektoria, bakal menjadi tren desain grafis yang cukup.

Menariknya, untuk membuat gaya sejenis ini, kamu bisa menggunakan dua pendekatan berbeda. Kamu bisa membuat gaya seperti ini langsung menggunakan aplikasi pengolah 3D seperti Blender, atau menggambar langsung dengan aplikasi pengolah grafis vektor seperti Adobe Illustration atau Figma (faux 3D).

Lebih susah mana ya? Saya pun tidak bisa menjawab karena memang saya tidak bisa menggunakan Blender, hehe. Kalau temen-temen punya pengalaman, komentar di bawah ya!

Gradasi Warna

Tren Desain 2018 | Image 2

Masih ingat bagaimana warna gradasi merajai tren desain di tahun 2000-an? Kini tren tersebut kembali di tahun 2019 dan bakal tetap jadi salah satu gaya yang populer di tahun 2021, dalam format yang lebih segar. Gradasi warna kini terlihat mulai masuk sebagai komplemen dari elemen flat design.

Gradasi warna meniupkan angin segar bagi gaya flat design yang menurut pendapat pribadi saya mulai terasa … flat (pun intended). Kombinasi ini melahirkan sebuah gaya yang umum dikenal di industri sebagai flat design 2.0 yang kini mulai diimplementasi di berbagai elemen seperti landing page dan key visual pos media sosial. Transisi warna cerah sangat manis saat berpadu dengan gaya flat design yang berkarakter kuat.

Perusahaan besar seperti Instagram, Skype, dan Stripe juga mulai menerapkan gradasi warna dalam penerapan desain visual mereka yang dalam waktu dekat mungkin saja akan diikuti oleh berbagai perusahaan lain.

Duotone

Tren Desain 2018 | Image 3

Sama halnya seperti tren gradasi warna, pewarnaan duotone atau warna ganda juga masih bakal populer di tahun 2021 mendatang. Duotone sejatinya merupakan teknik perpaduan dua warna kontras yang umum dilakukan di media cetak. Contoh perusahaan besar yang menggunakan gaya ini adalah Spotify.

Keindahan serta kemudahan pengaplikasiannya dalam berbagai medium membuat gaya duotone bakal tetap menghiasi berbagai elemen desain di tahun 2021 mendatang.

Neumorphism

Membahas sedikit soal neumorphism (atau neuomorphism bagi sebagian orang. Fair enough), gaya mencoba menelusuri bagaimana cahaya berinteraksi di ruang digital Jadi kita sedikit melihat percampuran gaya antara flat design dan skeuomorphism. Di lain kesempatan, kita akan membahas lebih dalam soal gaya ini.

Neumorphism became all the rage in 2020. Kamu bisa lihat gaya ini bertebaran di Dribbble dan platfrom lainnya. Tapi, sayangnya kebanyakan dari gaya ini hanya berhenti di konsep. Kita belum melihat adopsi gaya neumorphism oleh para pemain besar, seperti Facebook, Instagram, dan lainnya.

Tapi, lewat kemunculan Mac OS 11 Big Sur dan set icon yang dibawanya, sepertinya ini adalah dorongan yang kita tunggu-tunggu yang bisa membawa neumorphism ke ranah mainstream di tahun 2021 nanti.

Ilustrasi Disproporsional

Masih di edisi tren yang masih bakal bergaung di tahun 2021. Ilustrasi dengan gaya anatomi dan obyek disproporsional ini mulai ramai sejak tahun 2019 dan 2020, dan diprediksi bakal tetap digemari di tahun 2021. Contoh di atas karya Diana Stoyanova di Dribbble.

Mengapa gaya ini cukup populer? Pendapat saya pribadi, karena ilustrasi jenis ini tidak memerlukan kehalian kita untuk menggambar realis. Justru, semakin disproporsional bentuk anatominya, semakin menarik dan menonjol. Sehingga, gaya ilustrasi ini bakal cukup digemari khususnya bagi para ilustrator pemula.

Ngomong-ngomong, kamu seorang ilustrator pemula? Ingin belajar banyak soal ilustrasi flat design dari A sampai Z? Kamu bisa beli kelas online menggambar ilustrasi flat design dari Vektoria.

Baca juga yang lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BELAJARKUY

Pakai kode voucher di atas pas kamu checkout untuk dapat potongan harga Rp100 ribu untuk pembelian kelas Vektoria pertama kamu.

hari
jam
menit
detik